Roland Andika

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2011

Gunung Menado Tua

Di kejauhan
Bukit hitam
Temaram kabut senja
Maeruncing-pucuknya ke Sorga!
Di balik awan menebal angkasa
Menyimpan nyanyi akhir nelayan

Doa

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh

CahayaMu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelas sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk

Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpa

Pancaran Hidup

Di pagi hari
Aku berangkat sekolah
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-orek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin diri sendiri
Di tengah kekayaan negeri saya
Awak menjadi peminta-minta

Cinta

Saat hati mulai gemetar
Melihat senyum wajah nan tak pudar
Apa yang bisa kukatakan
Hanya tanya yang tersimpan

Saat rindu berselimut kalbu
Kadang hati terasa pilu
Menatap cerita tak menentu
Berharap kau ada di sisiku

Berdiri Aku

Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Berjulang datang ubur terkembang

Angin pulang menyejuk bumi
Menepuk teluk mengempas emas
Lari ke gunung memuncak sunyi
Berayun-ayun di atas alas

Bumiku

Bumiku mulai panas
Saat situasi mulai mengganas
Mencabik siapapun dengan beringas
Meratapi hari kian memanas

Bumiku hancur
Terukir pada wajah darah mengucur
Semua terlihat musnah
Tanpa guratan nan indah

Bumiku tak lagi tersenyum
Bumiku tak lagi tertawa
Yang ada adalah luka
Dalam kabut gelap menganga

Sabar

Saat kehidupan tak lagi bersahabat
Aku hanya berpijak erat
Pada kata sabar
Dan aku harus kuat

Sabar itu tak bertepi
Namun sangat berarti
Sabar itu anugrah
Jika kita tak kenal lelah

Tuhan, beri kau rasa sabar
Dalam langkah yang lebar
Dalam nuansa samar
Semoga aku tak kan ingkar

Sabtu, 08 Oktober 2011

Sekolahku

Di tempat ini aku menuntut ilmu
Di sini aku berpacu
Dengan semangat yang terus menderu
Aku terus berjalan maju

          Di sekolah ini kuukir kenangan
          Di sini aku tambatkan harapan
          Untuk meraih masa depan
          Yang ingin kegenggam di tangan

Sekolahku, begitu sunyi
Saat nanti aku harus pergi
Meraih cita-cita nan pasti
Menemukan kehidupan sejati

Rabu, 05 Oktober 2011

来(lái) 一(yī) 个(gè) 名(míng) 字(zì)

(dāng) () (rèn) (shí) () (shí)
 () (xīn)() (gǎn)(jue) (mǒu)()(zhèn) (dòng)
 ()(liǎn) (shàng) (xiàn) (chū) (de) (xiào) (róng)
  (néng) (liú) (zài) () (de) (xīn) (kǎn) ()

            () (zhī)  () () () (de) (gǎn) (jue)
             (xiǎn) (rán) () (me) (shēn) (bìng) (yǒu) () ()
             ()(de) (lái)(lǐng) (xiāo)() (le)(bēi)(shāng)
            (dài)(lái)(chōng) (mǎn) (cǎi)() (de) (gǎn) (qíng)

Kamis, 29 September 2011

Doa

Ditengah malam nan sunyi
Kutengadahkan tangan sepenuh hati
Mohon ampunan Illahi
Dalam kehidupan yang tak pasti

Air mata jatuh tanpa terasa
Melepas duka lera yang kurasa
Ya Tuhan beri aku kekuatan
Dalam langkah kegundahan

Doaku tak pernah usai
Selagi hidup belum selesai
Sepenggal harap terurai
Pada kepasrahan yang tak ternilai

Rabu, 28 September 2011

Friendship

When I’m weary
You come
Grasp mu hand
Share everthing

Friendship is valuable
Frienship is comfortable
It comes to ensure
It makes happy to me

I wanna to keep frienship
In time of need
I want my frienship
Giving me enjoyable

Kejujuran

Semua ingin memilikimu
Semua ingin menggenggammu
Namun kadang ada rasa malu
Terkadang juga ragu

Kejujuran, terasa sulit dilakukan
Bagaikan karang yang tak terpecahkan
Menggores luka terdalam
Menembus kegelapan malam

Kapan kejujuran ada
Seiring langkah yang tak pernah sirna
Saat suara hati menggema
Manusia tak lagi mampu bicara

Kejujuran adalah suara hati
Sulit rasanya tuk dimengerti
Namun betapa bahagianya jika kumiliki
Hingga saat kepergian abadi